LUXURIOUS

Selamat Datang...

Mari Kita saling berbagi, berpendapat, belajar, serta berdiskusi ria dengan Luxurious.

Are You Ready ???

Jumat, 18 Maret 2011

Perempuan di Titik Nol karya Nawal el-Saadawi

Perempuan muda itu bernama Firdaus, dia merupakan salah satu  penghuni penjara di Mesir. Ia di penjara karena membunuh seorang pria yang mau menjadikannya seorang budaknya. Lelaki itu merupakan seorang penampung pekerja seks yang terkenal di Mesir. Firdaus mengelak, tetapi lelaki itu tetap mengancamnya. Ketika pihak penjara memberikan penawaran untuk mengajukan igrasi. Firdaus tetap menolak. Dia tetap memilih untuk di hokum mati atas perbuatannya, meskipun ia benar – benar merasa bahwa dirinya tidak bersalah. Firdaus tetap menolak dan tetap menjalani hukuman tersebut dengan kepasrahan karena ia merasa hidupnya sudah tidak berarti lagi. Sejak kecil Firdaus sudah mengalami pelecehan seksual mulai dari temannya, pamannya, bahkan ayahnya sendiri dan orang – orang yang disekitarnya. Hal inilah yang menyebabkan asal mula penderitaan Firdaus seumur hidupnya.
            Perjalanan hidup Firdaus  yang dialaminya dari hari ke hari menjadikan dia menjadi seorang wanita yang tegar, kuat dan mandiri. Perjalanan hidup Firdaus yang menjadi seorang pelacur yang sangat sukses dan mendapatkan bayaran yang sangat tinggi. Dari situlah dia bisa mendapatkan materi yang di inginkan hanya dengan mengerlingakan matanya pada setiap lelaki yang ia temui. Namun demikian, hatinya tidak pernah merasa damai dan bahagia. Firdaus selalu merasa ada perasaan perih di hatinya.
            Salah satu pelanggannya pernah berkata pedas pada firdaus, hal itu malah membuat sadar hati firdaus. Meskipun Firdaus membunuh untuk melindungi dirinya  sendiri, dan ia sadar bahwa ia harus menerima semua hukuman walaupun itu sebuah hukuman mati.
            Dalam novel ini, Firdaus benar – benar benci kepada semua lelaki karena ia selalu mendapatkan penderitaan darinya. Bahkan dari orang terdekatnnya juga seperti ayahnya, pamannya sendiri.

 Kajian Berdasarkan Aspek Feminisme
            Feminisme merupakan sebuah hasrat dari feminis untuk mengaji karya sastra penulis wanita di masa lampau dan menunjukkan citra wanita dalam karya – karya penulis pria, yang menampilkan wanita sebagai  makhluk yang di tekan, di salah tafsirkan dan di sepelekan. Adapun tujuan dari kajian feminisme ini yaitu : di jadikannya sebagai wahana atau alat baru dalam mengakji dan mendekati suatu teks dengan cara mengakui adanya penulis – penulis wanita yang berpontensioanal. Selain itu juga membantu kita ( pembaca ) untuk memahami, menafsirkan serta menilai cerita penulis wanita.
           Novel “ Perempuan di Titik Nol “ memiliki berbagai aspek feminisme dari sudut pembelaan dan segi pemberontakan seorang wanita atas hak – hak pribadinya. Dalam hal ini Firdaus menjadi tokoh sentralnya. Dia memperjuangkan nasibnya agar dapat berdiri sejajar sama rata dengan kaum laki – laki atau bahkan di atas mereka. Sering kali wanita lemah yang selalu dijadikan budak, bahkan bualan dan alat pemuas seks yang ternyata dapat berlaku kejam terhadap laki – laki. Hal ini di karenakan ia terdorong oleh berbagai penderitaan yang di alaminya dan atas kekecewaan yang selama ini terus menderita hatinya, yang pada puncaknya timbullah rasa ingin balas dendam atas semua kejahatan yang ditimpakannya.
            Dalam aspek feminisme latar belakang agama juga menjadikan tokoh sentral adalah wanita. Di dalam novel ini menceritakan Firdaus seorang wanita yang merupakan makhluk kotor, atau penjelmaan dari iblis. Tokoh utama berusaha memperjuangkan kedudukannya, namun terkadang jalan yang di tempuhnya menjadikannya sakit atas beban mental yang dibawanya. Dengan menjadi seorang pelacur , Firdaus dapat mendapatkan apapun yang di inginkannya dari para lelaki yang telah membayarnya.
            Peristiwa pembunuhan yang di lakukukan Firdaus menyebabkannya masuk dalam tahanan penjara, ia di tahan sebagai hukuman balasan atas tindakan criminal yang dilakukannya. Tetapi di balik semua itu Firdaus tetap kuat dan mempunyai keteguhan hati dan tidak menyurutkan keberaniannya dalam memegang prinsip hidupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar